Archive for June, 2009

YPPI (juga) Peduli Penanganan Kasus KDRT

 


Kali ini YPPI mendapatkan undangan untuk menghadiri kegiatan sosialisasi tentang penegakan hukum dalam penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah Polwiltabes Surabaya, yang diselenggarakan oleh Bina Mitra Polwiltabes Surabaya pada tanggal 24 Juni 2009. Para undangan yang hadir terdiri dari tokoh masyarakat dari berberapa kelurahan di Surabaya, anggota FKPM, anggota Bhayangkari Polwiltabes Surabaya, dan perwakilan dari komunitas LSM di Surabaya. Dan tim YPPI sendiri diwakili oleh mbak Eli dan Ricky.

Adapun agenda kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB, antara lain adalah pemaparan materi oleh nara sumber yaitu Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya dan Kanit PPA Polwiltabes Surabaya. Disambung dengan sesi diskusi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Saat nara sumber menjelaskan materi tentang apa yang dimaksud dengan kekerasan dalam rumah tangga dan bagaimana tindakan penanganannya, para undangan yang sebagian besar adalah tokoh masyarakat dari berbagai wilayah kelurahan di Surabaya mendengarkan dengan seksama, karena tema yang diangkat merupakan isu yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan dimasyarakat umum. Setelah sesi tanya jawab dibuka, para peserta diskusi saling berebut untuk menyampaikan pertanyaan yang muncul dibenak mereka sejak nara sumber menjelaskan materi. Terhitung ada 9 peserta yang menyampaikan pertanyaan dan diantaranya ada juga yang memberikan saran dan masukan untuk perbaikan program kedepannya.

Dalam penyelenggaraan kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Polwiltabes Surabaya ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya penanganan kasus KDRT yang sering terjadi dimasyarakat umum, selain itu juga kegiatan ini sebagai wujud kepedulian pihak Bina Mitra dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang selalu berkaitan langsung dalam menjalankan programnya. Dan para undangan berharap semoga nantinya akan ada kegiatan-kegiatan serupa yang dapat membantu masyarakat untuk dapat menggali informasi yang selama ini sangat minim didapat oleh masyarakat. Pada akhirnya kegiatan ini ditutup dengan doa supaya apa yang telah dilakukan akan menjadi bahan untuk perbaikan dimasa yang akan datang. (mbak eli)

Posted by trie on June 24th, 2009 .
Filed under: Berita, Kegiatan | No Comments »

Nonton Bareng Laskar Pelangi di acara Perkemahan Sabtu dan Minggu ( Persami )

Perkemahan Sabtu dan Minggu ( Persami ) yang di selenggarakan oleh SD Mendis Jaya, kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten MUBA, Sumatera Selatan, pada tanggal 20 - 21 juni 2009, yang bertepatan dengan acara pelepasan siswa kelas 6. Read the rest of this entry »

Posted by trie on June 23rd, 2009 .
Filed under: Bayung | No Comments »

Perpustakaan Dan Demokrasi


Seminar Libraries and democrazy yang diadakan atas kerjasama Goethe institu Indonesien,US Embassy jakarta, ISIPI,FPPTI, Universitas Petra dan Universitas Indonesia. Seminar yang mengusung perpustakaan dalam dunia politik diawali oleh presentasi dari Prof.Dr.Phil Herman Roch ini memaparkan bagaimana perpustakaan memiliki fungsi sebagai pendamping warga negara dalam mencari informasi kebijakan politik negara. Sedangkan pemateri ke 2 adalah kepala Badan Arsip Dan perpustakaan Kota surabaya, Arini Pakisningtyas yang lebih banyak memaparkan masalaha agenda kegiatan dalam peningkatan minat baca.

Antusiame semakin terasa ketika sesi tanya jawab yang dilaksanakan pada hari rabu, 17 Juni 2009 di kampus Universitas Petra Surabaya. Sharing pengalaman dengan pustakawan yang berasal dari jerman ini lebih fokus kondisi yang dialami oleh peserta yang didominasi oleh para pustakawan dan pemerhati perpustakaan.
Sesi ke 2 diisi oleh pustakawan yang telah berkecimpung didunia politik dan pendampingan Binny Buchori dan Dosen Komunikasi Media Universitas Petra Surabaya Ronny H Mustamu.
Pada sesi ini perempuan yang menjadi caleg dari partai golkar ini memaparkan bahwa perpustakaan dalam kehidupan demokrasi indonesia diharapkan dapat menjadi pilar ke empat. Dengan menjebol monopoli informasi pengetahuan,perpustakaan dapat menyebarkan informasi mengenai hak dan kewajiban warga negara. Perpustakaan sebagai agen penyedia informasi hak - hak warga negara termasuk penyedian informasi yang memang seharusnya menjadi milik publik. Pernyataan ini sangat didukung oleh mantan pimred koran surabaya post, dengan penyedia informasi yang akurat masyarakat dapat memilah dan memahami kondisi negara saat ini sehingga dapat dilakukan kontrol sosial yang tidak merugikan kepentingan rakyat.
Diskusi sesion ini ditutup dengan kesimpulan perpustakaan dalam demokrasi diharapkan aktif dalam mengikuti informasi terkini serta relevan dengan kondisi politik sehingga dapat menjadi agen penyedia informasi yang akurat layakanya Google. Dan ini menjadi PR besar bagi perpustakaan di Indonesia di masa mendatang. ( Doi )

Posted by trie on June 18th, 2009 .
Filed under: Berita | No Comments »

Baksos edisi dua di Ketan Ireng

 

Acara BAKSOS putaran ke 2 kali ini Tgl 14 Juni 2009 masih bertempat di Kab Pasuruan. Rombongan dari Team Panitia BAKSOS YPPI berangkat dari Surabaya menuju lokasi yakni di desa Ketan Ireng pukul 10:30. Tiba di tempat, fasilitas seperti tikar dan gantungan baju sebagian sudah disiapkan oleh Panitia di Ketan Ireng .
Seperti biasanya barang-barang yang digelar masih berupa pakaian,sebelumnya ada rencana dari STO Rungkut Lor yang akan menjual produk mereka, tapi karena beberapa hal sementara belum bisa ikut memasarkan produknya. Tepat pukul 14:00 Masyarakat Ketan Irang sudah banyak yang berkumpul, acarapun segera dimulai. Diawali dengan sambutan dari Kordinator STO ketan Ireng dan dilanjutkan Bazar pakaian murah. "Ayo…..obral…obral……pakaian murah, ayo serbu," teriak pengurus TBM Intan Pustaka yang sebagian besar ABG itu dengan semangat.
Disamping itu Panitia sudah menyiapkan kegiatan lain, yaitu pemutaran Film Laskar Pelangi yang mendapat sambutan ramai dari masyarakat setempat. Sambil bertransaksi dan memiih pakaian, mata para warga sesekali melirik film yang tengah diputar, karena kebetulan film Laskar Pelangi ini sangat ditunggu-tunggu.
Dibantu Teman-Teman dari TBM Ngadimulyo dan TBM Bulukandang, acara ini berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Tak terasa 2 , 5 jam dari dimulai dan berakhir digelarnya acara baksos ke dua kali ini,berhasil mengumpulkan rupiah sebanyak Rp. 469.000,- . Setelah pengemasan ulang pakaian, panitia yang diwakili oleh Pak Sugianto mempersilahkan segenap Panitia Baksos untuk mampir ke rumahnya untuk beristirahat sambil menikmati hidangan yang telah disediakan.

Posted by trie on June 16th, 2009 .
Filed under: Kegiatan | No Comments »

Need Assassement Perpustakaan Karyawan Meratus

Tanggal 15 - 25 YPPI bekerjasama dengan Meratus akan melaksanakan need assessment untuk membangun Employee Library.
Perpustakaan di setiap kantor diharapkan akan memacu semangat dan peningkatan resources yang ada, peningkatakan kinerja juga membuat peningkatakan produktivitas yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kwalitas dan produktivitas perusahaan.

YPPI dengan teamnya yang terdiri dari Ida R, Hizbullah, Nanung dan Ryan serta dibackup oleh Yudo, Toni akan segera menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan menghasilkan laporan yang independen, membawa manfaat , bisa mewujudkan harapan dan kebutuhan karyawan.
Need assessment dilakukan dengan indeep intervie, penyebaran questioner dengan 7 point utama diantaranya kondisi fisik, fasilitas, koleksi, layanan, kegiatan, regulasi yang ada di corporate, sutainability.

Agenda lain adalah akan dilakukan presentasi untuk memaparkan hasil need assessment dan follow up dari hasil need assessment adalah konsep employee library.

Tetap semangat supaya tetap jalan jalan…dan tetap hidup perpustakaan Indonesia, Tanpa Perpustakaan hidup terasa hambar..

Posted by trie on June 16th, 2009 .
Filed under: Kegiatan | No Comments »

Menggantang Asah Menaruh Harapan di Program Kerja Tahun 2009

Diagendakan pelatihan atau pun pelayanan dari NGO (YPPI dan SeBAYA-PKBI JATIM) bagi pendamping maupun kelompok anak dampingan PLAN dalam program kerja tahun 2009. Demikian hasil pertemuan antara YPPI, Sebaya-PKBI dengan pendamping anak dan remaja dari PLAN dalam acara Workshop Sharing Program Kelompok Anak dan Stakeholder di Rumah Makan Taman Sari (Rabu, 10/6). Pertemuan tersebut difasilitasi oleh PLAN Surabaya selaku NGO yang mendampingi anak dan remaja.

Menurut Dicky, Research and Development PLAN Surabaya, mengemukakan bahwa disisa waktu yang ada, sebelum PLAN face out (meninggalkan) Surabaya pada tahun 2010, kelompok anak-anak dan remaja perlu berjejaring dengan NGO yang lain. Fungsi utama NGO (hasil jejaring) lebih pada pelayanan dan penguatan Capacity building. Untuk implementasinya akan diselaraskan dengan program kerja yang masih berjalan atau masih dalam tahap perencanaan masing-masing kelompok dampingan (biasa disebut Community Based Organization (CBO)).
Terdapat 7 CBO kelompok anak yang diwakili oleh para pendampingnya. Mereka berasal dari 2 wilayah dampingan PLAN yaitu Surabaya Utara (Pegirian, Ujung, Sidotopo, Simokerto) dan Surabaya Barat (Asemrowo, Genting, Kalianak). Di sesi awal, setiap pendamping menyampaikan profil CBO, program kerja yang sudah atau pun masih dilaksanakan, beserta kendala-kendalanya.
Beberapa kelompok dampingan memberi nama CBO berdasarkan wilayahnya. Misal, For Us kepanjangan dari Forum remaja untuk Asemrowo, Kemuning (Kelompok pemuda Genting), PANK (Perkumpulan Anak Kalianak). Sedangkan yang lain memberi nama CBO lebih pada filosofi organisasi, seperti Ceria Olah Kreasi (COK) dari Pegirian.
Selama rentang waktu dari awal berdirinya CBO sampai dengan saat ini, berbagai permasalahan kerap terjadi. Secara umum, terdapat beberapa kendala yang dialami hampir semua CBO terkait organisasi maupun program kerja.
Pertama, regenerasi pengurus kurang berjalan dengan maksimal. Kepengurusan tidak mempunyai rentang waktu tertentu. Ini mengakibatkan bila salah seorang pengurus berhenti (dengan bermacam penyebab misal, menikah, sibuk bekerja) maka tidak ada yang menggantikan.
Kedua, penyusunan program kerja kurang memperhitungkan faktor internal (sumber dana, pengurus) dan potensi eksternal (masyarakat sekitar) sebagai pendukung keberlangsungan. Hal ini menyebabkan program seringkali terhambat (jika tidak bisa dikatakan gagal) karena kurangnya sumber dana atau pun lemahnya dukungan warga.
Ketiga, kurangnya jejaring dengan organisasi yang lain dalam upaya pengembangan organisasi maupun program kerja. Selama ini dalam pelaksanaan program kerja, CBO lebih mengandalkan potensi pengurus, baik dari segi pendanaan, pengelolaan maupun bahan-bahan penunjang. Hal ini menjadikan CBO berjuang ‘sendiri’ dalam pencapaian target-target keberhasilan. Kendala muncul disaat pengurus sudah tidak bisa memberikan dukungan atas kebutuhan program. Pada akhirnya program kerja menjadi terbengkalai.
Pada sesi untuk NGO, dari YPPI yang diwakili oleh Trini Haryanti selaku Direktur menyampaikan program kerja yang selama ini dilakukan. Selain program kerja, dipaparkan juga tentang faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mendirikan perpustakaan atau pun sudut baca. Untuk pengelolaan perpustakaan dan cara mengatasi permasalahan terkait peminjaman buku, dijelaskan oleh Ida Rahmawati selaku Koordinator Program dari YPPI.
Selanjutnya Rini, Koordinator Senior SeBAYA-PKBI Jatim, menyampaikan profil kelembagaan. SeBAYA adalah salah satu program dari PKBI Jatim. Sasaran Program adalah remaja, dengan kajian Kesehatan Reprodukasi (Kespro) yang didalamnya juga menyangkut Narkoba, HIV/AIDS, Penyakit Menular Seksual (PMS) serta perilaku beresiko lainnya. Dijelaskan juga tentang divisi kerja yang ada di SeBAYA.
Dari PLAN selaku fasilitator kegiatan, yang diwakili oleh Dicky,menjelaskan program kerja tahun 2009 khususnya berkaitan dengan kelompok anak. Program kerja tersebut meliputi penguatan jaringan kelompok anak, penguatan tim fasilitator bimbingan belajar dengan metode joyful di tingkat Kecamatan. Selain itu, terkait dengan pemerintah Kota Surabaya, juga dilaksanakan Lokakarya anaka dan remaja wilayah Semampir dengan Forum Anak Surabaya mengenai partisipasi anak dalam proses musrembang.
Lebih lanjut Dicky mengatakan, untuk kelompok anak diberikan juga kesempatan mengikuti course learning melalui study visit ke dampingan NGO lain ditingkat Kecamatan. Juga diadakan kampanye Learn without fear ditingkat Kecamatan dan kota dengan Dinas Pendidikan Kota. Kampanye HIV/AIDS dilakukan bekerja sama dengan SeBAYA_PKBI JATIM.
Pada sesi akhir, dilakukan sinkronisasi antara program kerja NGO dengan kebutuhan dari 7 CBO kelompok anak dampingan PLAN. Pembahasan lebih lanjut tentang implementasi serta kajian persoalan teknis, diagendakan pada pertemuan berikutnya. Untuk pertemuan selanjutnya, diadakan di kantor SeBAYA-PKBI JATIM. Acara ini ditutup dengan pembubuhan tanda tangan semua peserta sebagai bentuk kesepakatan atas hasil pertemuan.

Posted by trie on June 16th, 2009 .
Filed under: Kegiatan | No Comments »

Rumah Kreatif

Setelah menempuh jarak 813 Km, akhirnya tepat pukul 14.35 WIB tim YPPI menginjakkan kakinya di kota Bogor pada tanggal 5 Juni 2009 dengan mengusung misi penyerahan koleksi buku untuk program Rumah Kreatif Bank Indonesia di desa Cipelang, kecamatan Cijeruk. Tim yang digawangi oleh Nanung, Dimas, Toni, dan Ricky disambut hangat oleh Bapak Kepala Desa beserta perangkat desa setempat.

Sesuai rencana kegiatan, penyerahan koleksi buku pada termin pertama program ini dengan jumlah koleksi 1087 eksemplar. Prosesi penyerahan berjalan dengan lancar, dengan penandatanganan surat berita acara oleh wakil YPPI dengan Bapak Kepala Desa, Cece Saefudin selaku penanggungjawab program Rumah Kreatif di desa Cipelang.
Selain itu, tim YPPI juga mendampingi perangkat desa untuk menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Kota dan Kabupaten Bogor, karena program ini akan ditindak lanjuti dengan rencana-rencana pendukung guna pengembangan Rumah Kreatif untuk kedepannya melalui magang relawan di instansi pemerintahan tersebut.

Semoga ini sebagai langkah awal yang baik dalam pengembangan Rumah Kreatif dalam pemenuhan kebutuhan akan informasi khususnya untuk masyarakat desa Cipelang, Bogor. (dinirina)

Posted by trie on June 16th, 2009 .
Filed under: Kegiatan | No Comments »

Kunjungan Perpustakaan Kota Bontang di TBM Pasuruan


Melihat, Mendengar, memahami lalu melakukannya, inilah yang bisa dilakukan ketika studi Banding. Seperti halnya yang dilakukan oleh rombongan dari pemerintah Kota Bontang yang terdiri dari Kepala Perpustakaan Kota Bontang, Kabag Organisasi dan Tata Laksana Kota Bontang, kabag Hukum dan beberapa Lurah di Kota Bontang. Pada Rabu, 3 Juni 2009 Mereka berkunjung ke Kabupaten Pasuruan untuk melihat secara langsung aktivitas perpustakaan di Pasuruan, terutama perpustakaan di tingkat desa dan komunitas. TBM yang menjadi Tujuan adalah TBM Bulu Knadang dan TBM Intang Pustaka Ngadimulyo

Tamu dari seberang yang didampingi oleh Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten pasuruan, Drs.H.Bambang Susanto bersama ketujuh stafnya ini nampak terpesona ketika memasuki TBM Intan Pustaka Ngadimulyo. Mereka langsung disambut oleh pengurus TBM yang sebagian besar para ibu dan remaja ini. Tanpa basa basi, sebelum sempat duduk tenang mereka langsung menanyakan berapa jumlah koleksi, dari mana asal bantuannya. Melihat seluruh sudut ruangan TBM yang penuh warna, yang dipenuhi dengan karya ibu-ibu ngadimulyo dan para remaja pengurus TBM yang dipajang di ruangan TBM tersebut.

Setelah puas berkeliling, rombongan kemudian disuguhi dengan foto-foto kegiatan seluruh TBM mulai dari awal pembentukan, pelatihan-pelatihan hingga aktivitas layanan dan pembelajaran. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari mereka yang langsung dijawab dengan lugas oleh pengurus TBM. Disamping menjawab pertanyaan tamu, Ibu-ibu pengurus ini juga sedikit mempromosikan produk hasil belajar mereka. Hasilnya, bapak-bapak inipun tertarik untuk membeli produk pengurus TBM.

Setelah selama satu jam berbincang santai, para tamu ini segera pamit untuk segera ke Surabaya, lalu langsung bertolak ke Bontang. Kunjungan ini memberi kesan mendalam bagi kedua belah pihak untuk saling belajar.(IR)

Posted by trie on June 16th, 2009 .
Filed under: Kegiatan | No Comments »

Lokakarya Gerakan Surabaya Membaca 2009-2014

“Jika gaya mengajar pemberi informasi sama dengan gaya belajar penerima informasi, maka tidak ada pelajaran yang sulit dan menjenuhkan”.

Demikian diungkapkan Munif Chatib, konsultan pendidikan dari Organization for Economic Cooperation and Development, dalam Lokakarya Perencanaan atau Planning Workshop Gerakan Surabaya Membaca Tahun 2009-2014, di Rumah Makan Taman Sari, Selasa (26 /5). Lebih lanjut Munif mengatakan bahwa membaca hakekatnya adalah kegiatan memasukkan informasi ke dalam otak. Apabila cara memasukkan informasi dengan membaca, sesuai dengan gaya belajar pembaca, maka membaca akan menjadi menarik dan disukai.

Selain dari pakar pendidikan, Dinas Pendidikan Tingkat II Surabaya, diwakili oleh Eko prasetyoningsih mengungkapkan strategi pola pengembangan budaya baca disekolah. Pertama, perpustakaan yang ramah anak. Kedua, gerakan 5 menit membaca sesudah istirahat. Ketiga, jemput baca untuk anak tingkat rendah. Keempat, memberi hadiah Pin anak yang paling banyak membaca dan pinjam buku. Kelima, memberi pin untuk anak yang mengumpulkan resensi buku bacaan. Keenam, lomba membaca indah, cepat,berantai dalam kelompok. Ketujuh, mengajak anak ke perpustakaan umum atau perpustakaan lain sekolah. Kedelapan, meningkatkan kesejahteraan para guru pembimbing dan petugas perpustakaan. Kesembilan, melibatkan orang tua, tokoh masyarakat, pengusaha, LSM dalam pengadaan pengembangan perpustakaan.

Untuk mengembangkan minat baca siswa sekolah, perpustakaan sekolah merupakan salah satu solusinya. Eko Prasetyoningsih mengatakan bahwa dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, sekolah mengalokasikan paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional atau belanja barang diluar belanja pegawai dan belanja modal untuk mengembangkan perpustakaan. Meskipun telah diatur oleh UU, kenyataannya belum semua sekolah memilikinya.
Hadir sebagai narasumber yang menyoroti peran Pemerintah Kota dalam meningkatkan minat baca adalah Ahmad Jabir, anggota DPRD Kota Surabaya. Pemerintah Kota masih belum bisa memenuhi program pengembangan perpustakaan. Ini terlihat dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dari Walikota Surabaya Tahun 2008 dimana disebutkan tentang Pengembangan Perpustakaan di 5 wilayah Kota Surabaya melalui kegiatan Pengembangan Layanan Perpustakaan 1 UPTD, dan

Penyusunan Raperda Perpustakaan, 1 raperda. Namun sampai saat ini belum terealisasi, lanjut Jabir.
Acara Lokakarya diikuti oleh banyak elemen. Pesertanya terdiri dari perwakilan sekolah dasar, pengusaha, bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), LSM, Instansi pemerintah kota seperti Dinas pendidikan Kota, PD Pasar Surabaya. Bertindak selaku moderator Daniel M. Rasyied, mantan Ketua Dewan Pendidikan. Dari acara ini diperoleh masukan kegiatan-kegiatan yang nantinya akan diimplementasikan dalam pelaksanaan Gerakan Surabaya Membaca 2009-2014.

Posted by trie on June 16th, 2009 .
Filed under: Kegiatan | No Comments »

Diskusi Reboan Dewan Kota

Secara rutin setiap Rabu Dewan kota mengadakan diskusi, kali ini topik yang diangkat adalah “Nasib Warga kota Stren Kali Surabaya” nara sumber dari JERIT diwakili mbak Erna, LBH diwakili mas Sahibul, Anggota Dewan diwakili Bp. Sholeh Hayat dan dari Paguyuban Stren Kali diwakili Bp. Andreas Suhadi.
Diskusi menjadi menarik ketika nara sumber memaparkan bagaimana Nasib Warga Stren kali dari sudut pandang Anggota Dewan, yang terkait dengan Perda Propinsi no 9 Tahun 2007 yang secara specifik mengatur keberadaan warga yang tinggal di daerah stren kali, perda tersebut gugur oleh Perda no 7 1999 yang diterbitkan walikota Surabaya secara general mengatur masalah tata kota. Dipaparkan juga oleh JERIT bahwa berapa asset yang hilang dari penertiban stren kali, sementara recovery dari proses ini meamakan waktu yang cukup lama. Dari LBH telah melakukan class action yang sedang dalam proses pengadilan.
Dari komentar peserta bisa disimpukan bahwa ketegasan surat dari Anggota Dewan perlu dilanjutkan ke Pusat dan warga stren kali bersedia mengantar Jakarta tersebut sampai ke jakarta.
Kapolwiltabes Surabaya yang diwakili Ibu Sri menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan dan ke depannya pihak Kepolisian apabila dimintai pengamanan akan meninjau peraturan yang jelas dan tidak berbenturan.
Beberapa penanya dari masyarakat stren kali juga berharap bahwa kasus penggusuran tidak terjadi lagi karena perdanya sdh jelas.
Acara diskusi ditutup dengan applause dari semua yang hadir karena cukup puas dan penuh harapan untuk mereka bisa tetap tinggal dipemukimannya.

Posted by trie on June 16th, 2009 .
Filed under: Kegiatan | No Comments »