Archive for March, 2009

Pemutaran Film di Arenda

 

Pemutaran film kali ini adalah pemutaran film terakhir dari 5 tempat STO di Pasuruan . Suasana di Arenda tidak kalah ditempat - tempat sebelumnya , kita tiba ditempat pukul 15:00 . Sebelum pemutaran film terlebih dahulu Layanan seperti biasanya.

Sore itu banyak sekali peminjaman buku , karena malam akan ada nonton bareng makanya peminjaman tidak seperti biasanya . Pukul menunjukkan jam 17:30 waktu layanan habis dan kita selanjutnya melakukan persiapan - persiapan yang diperlukan dalam pemutaran film , sebelum itu kita dikusi dulu dengan karang taruna tentang gimana tempat yang tepat untuk pemutaran.

Tempat yang luas , banyak anak - anak muda membuat suasana jadi meriah . kita memutar film dengan judul " Doa yang mengancam " dan " Petualangan Tintin. Pertama yang kita putar adalah Tintin , film Tintin ternyata digemari anak - anak sampai - sampai ada yang bilang " mas puter film Tintin aja sampai selesai " ternyata yang disukai dari film tintin ini adalah tentang kepandaian dan kepahlawanan dari sesosok Tintin .

Film kedua , film yang agak bersifat relejius ini membuat suasana agak tegang , berhubung aktornya seorang pelawak jadi mengundang tawa juga . Film ini menceritakan tentang seseorang yang bisa melihat masa lalu bahkan masa depan , Begitu kocaknya peran seorang Aming membuat suasana lebih meriah . Ternayata keadaan tidak mendukung , hujan telah menghentikan tawa canda warga sekitar Arenda , selesailah sudah acara nonton bareng walaupun tidak sampai selesai warga tetap mengucapkan " terima kasih banyak pada kita".

Posted by trie on March 27th, 2009 .
Filed under: Berita, Kegiatan | No Comments »

Hindarkan Privatisasi Air Di Jawa Timur

Kebutuhan akan air yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Urgensi dan prioritas kebutuhan manusia akan air, telah membuat sebuah hak yang fundamental, dan harus diperjuangkan. Dengan air yang telah menjadi hak asasi manusia yang kian lama kian berkurang dan menurun, membawa kita ke sebuah level dimana air dikategorikan sebagai essential service.

Essential services, merupakan pusat dari kontrak sosial antara pemerintah dan masyarakat. Jaminan terhadap hak atas air bagi masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Seiring dengan meningkatnya konsumsi air, variasi musim, kerusakan lingkungan dan pencemaran menyebabkan air menjadi langka baik dari jumlah maupun kualitas.
Dewan Kota, sebagai suatu medium yang mewadahi komunitas - komunitas yang aktif berperan serta dalam pembanguan kota Surabaya, melaksanakan kegiatan " Forum Reboan ", yang selalu digagas pada minggu ke dua ( 2 ) dan ke empat ( 4 ) dalam satu bulan.
Forum reboan yang dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2009, mengangkat topik " Krisis Sumber Daya Air dan Ancaman Privatisasi Air di Jawa Timur ", bertempat di Lembaga Bantuan Hukum Surabaya. YPPI sebagai suatu lembaga yang selalu concern kepada pembangunan masyarakat Indonesia, selalu mengikuti kegiatan yang bertema sosial - kemasyarakatan.
Mengundang nara sumber yang kompeten di bidangnya ;
1. Drs. Ashari Mardiono ( Direktur Produksi PDAM Surabaya )
2. Ir. Widyo Parwanto MTech ( Kepala Divisi Jasa ASA IV PT. Jasa Tirta I )
3. Faiq Asidiqqi ( Koordinator Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air )
4. Satrijo Wiweko ( Sahabat Lingkungan )
Topik - topik yang sengaja diketengahkan ini adalah, untuk memperingati Hari Air Sedunia, pada tanggal 22 Maret 2009 yang lalu. Nara sumber - nara sumber yang mengupas tuntas tema- tema seputar pencemaran air yang sudah terlalu parah dilakukan oleh masyarakat beserta solusi yang bisa kita lakukan, dan pengelolaan sanitasi dan limbah yang bisa dilakukan dengan mudah oleh kita semua, membuat para peserta Diskusi Reboan, betul - betul membulatkan tekad untuk benar - benar berpartisipasi terhadap lingkungan masing - masing sebagai upaya pelestarian lingkungan Jawa Timur

Posted by trie on March 25th, 2009 .
Filed under: Berita | No Comments »

1500 buku siap didistribusikan ke Bayung Lencir

Voulenteer Buku Jambi 15 " Anggi… buku ini belum diklasir, yang ini kantongnya belum. Ilma… data entri yang masuk sudah berapa?" itulah celoteh para volunter ketika proses pengolahan 1500 buku.

Selama 10 hari mulai tanggal 16 - 25 maret 2009, bertempat di kantor Yayasan pengembangan Perpustakaan Indonesia ( YPPI) 5 volunter mengolah buku dengan semangat.Proses pengecekan buku,klasifikasi, penempelan kantong dan lidah buku serta entri data dilakukan dengan lancar

Cuaca panas surabaya tidak menyurutkan semangat para volunter yang digawangi  Arif,Anggi, Ilma, Khusnul dan Donny untuk menyelesaikan proses peengolahan buku. Dengan sedikit berdebat kecil tentang no klasifikasi, entri data dan penyampulan proses pekerjaan dapat berjalan lancar.

Dateline waktu yang diberikan sudah dekat, para alumunus D3 ilmu Perpustakaan universitas Airlangga ini memutuskan untuk menginap di basecamp YPPI yang beralamat di Jl.Rungkut permai VIII/H-8 ini.

"Akhirnya" itulah teriakan mereka setelah semua buku terpacking dan siap untuk di distribusikan ke 9 sudut baca dan mobil perpustakan bersama program JOB HESS dan YPPI.

Semoga buku - buku ini dapat di manfaatkan oleh para pembacanya di jambi nanti .

Posted by trie on March 25th, 2009 .
Filed under: Kegiatan | No Comments »

Peringatan Hari Air Sedunia dan Baca Buku Gratis

 

Acara Surabaya Nol Sampah yang di selenggarakan oleh Dewan Kota , pada hari minggu tanggal 22 maret 2009 berlangsung meriah.

Tema yang diambil untuk Surabaya Nol Sampah kali ini adalah peringatan hari Air Sedunia , Bahwasannya pemenuhan kebutuhan air bersih untuk seluruh lapisan masyarakat adalah suatu hal yang mutlak untuk seluruh warga . Ketersediaan air bersih untuk rakyat adalah tanggung jawab negara , air bukan komoditas , air tidak untuk dikomersilkan Dan air tidak dialihkan pengelolaannya pada korporasi .

YPPI berpatisipasi pada banyak kegiatan . Surabaya Nol Sampah adalah salah satu dari implementasi kegiatan komunitas yang dilakukan oleh YPPI . Dengan menyelenggarakan layanan umum dan turut serta pada event - event seperti ini kami membuktikan komitmen pelayanan pendidikan kami kepada masyarakat dan memperkuat jejaringan organisasi YPPI yang menyeluruh di segala lapisan komunitas .

Posted by trie on March 22nd, 2009 .
Filed under: Berita, Kegiatan | No Comments »

Diskusi Forum Reboan Dewan Kota Tentang CSR di Surabaya

Seperti biasanya, hari rabu ini tanggal 11 Maret 2009 acara diskusi reboan Dewan Kota kembali digelar. Dengan bertempat digedung Adi Sukadana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya. Acara kali ini mengusung tema Mengoptimalkan Dana Program CSR Untuk Pemberdayaan Warga Kota. Dalam kesempatan ini panitia penyelenggara menghadirkan beberapa nara sumber dari perwakilan pemerintahan yang diwakili oleh wakil Walikota yaitu bapak Arif Affandi, dan juga ada Prof. Musta’in selaku dosen FISIP Universitas Airlangga. Satu lagi narasumber dari perusahaan yang bergerak dibidang komunikasi Telkomsel yang diwakili oleh Ibu Rini Rahayu sebagai Manager Shop Metro Surabaya. Acara diskusi ini sendiri mempunyai tujuan ingin memberikan wadah bagi komunitas-komunitas yang ada di Surabaya untuk berkiprah mengembangkan kreatifitasnya.

Acara yang seharusnya dimulai pukul 13.00 wib sedikit mundur pelaksanaannya karena harus menunggu para undangan. Setelah satu persatu undangan hadir, tepat pukul 14.00 pembawa acara yang memperkenalkan namanya Gandi Wicaksono mulai menyapa peserta diskusi yang kurang lebih berjumlah 50 orang yang terdiri dari perwakilan instansi pemerintahan, perusahaan swasta dan komunitas-komunitas yang ada di Surabaya.

Untuk kesempatan pertama, Ibu Pinky Saptandari memberikan sambutan untuk membuka acara tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan acara serah terima bantuan printer Braille dari pihak Telkomsel kepada Komunitas Mata Hati. Dan disambung acara inti yaitu diskusi forum reboan Dewan Kota, pembawa acara mempersilahkan bapak Arif Affandi untuk menjelaskan tentang materi Mengoptimalkan Dana CSR Untuk Mengatasi Permasalahan Sosial dan Pemberdayaan Warga Kota. Dilanjutkan Prof. Musta’in yang mendapat kesempatan kedua. Lelaki berkacamata silinder tersebut, menjelaskan tentang Analisis Sosial Peran CSR Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Dengan sekali waktu membetulkan letak kacamatanya, bapak yang berkumis tebal itu memaparkan materinya dengan lugas. Dan untuk narasumber terakhir tentunya Ibu Rini Rahayu membawakan materi diskusi tentangKebijakan dan CSR Telkomsel: Antara Hambatan dan Peluang. Sekitar 60 menit narasumber menjelaskan materi, tiba saatnya dibuka sesi tanya jawab. Tanpa menunggu waktu lama, beberapa orang peserta diskusi saling berebut kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Pembawa acara memberikan waktu 60 menit untuk sesi ini. Tepat pukul 16.00 acara diskusi ini ditutup, dan pembawa acara mempersilahkan tamu undangan untuk beramah tamah.

Posted by trie on March 11th, 2009 .
Filed under: Berita | No Comments »

Layar Tancap Ala Dusun Ketanireng

Kepala Dusun itu bernama Khoirul Anwar, sejak selepas maghrib sudah disibukkan dengan segala tetek bengek persiapan pemutaran film di dusun Ketanireng. Mulai dari menyediakan layar, sound sistem, dan juga mempublikasikan kepada masyarakat sekitar. Hari itu selasa tanggal 2 Maret 2009, tim STO Pasuruan merencanakan nonton bareng yang disambut antusiasme masyarakat. Senyum pak Kasun mengembang ketika tim STO Pasuruan datang dengan ditandai terlihatnya mobil Pustaka Sampoerna berhenti dihalaman rumahnya. Langsung saja tim STO beserta warga sekitar mempersiapkan piranti pendukung untuk nonton bareng. Setelah melewati segala tahapan persiapan, tepat pukul 8 malam film pertama yang berjudul Setannya Kok Beneran berhasil diputar. Karena film ini bertema komedi-horor tak pelak sering terdengar gelak tawa penonton yang didominasi oleh orang-orang dewasa. Setelah film pertama sukses diputar, maka disusul film berikutnya yang berjudul Body Of Lies yang bertema action. Berbeda dengan film pendahulunya, film ini membuat jantung penonton berdegup kencang karena banyak adegan-adegan yang memacu adrenalin. Dengan tegang penonton menyaksikan setiap action film tersebut. Tak terasa jarum jam menunjukkan pukul 23.45 wib, ketika pemutaran film berakhir. Terpancar rasa senang dan puas ketika penonton meninggalkan halaman rumah pak Kasun tadi malam. Hanya satu kata yang dapat menggambarkan kegiatan nonton bareng ini. Keren…

Posted by trie on March 2nd, 2009 .
Filed under: Berita, Kegiatan | No Comments »

Sampoerna Corner di Universitas Brawijaya

IMGP2798 Perpustakaan Sampoerna di perguruan tinggi atau yang lebih dikenal dengan Sampoerna Corner, saat ini sedang mendapatkan perhatian khusus. Untuk meningkatkan fungsi dan pelayanan kepada civitas akademika, Sampoerna Corner sedang menggali kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan oleh pengguna. Kegiatan ini akan menghasilkan bahan-bahan penting yang dapat digunakan untuk menjadi landasan dalam meningkatkan pelayanan Sampoerna Corner di masa yang akan datang.

Sampoerna Corner di kampus Universitas Brawijaya Malang merupakan perpustakaan mungil yang berada diantara komplek perpustakaan pusat UNIBRAW. Posisinya yang berada di pojok belakang, menjadikan corner ini nyaman untuk dikunjungi dan jauh dari kebisingan. Ruangan dalam corner ber-AC, lengkap dengan TV kabel dan fasilitas internet gratis dengan tempat duduk yang ditata saling berhadapan menjadikannya sangat baik untuk membaca santai dan sebagai ajang diskusi mahasiswa yang berkunjung. Setidaknya gambaran inilah yang mencerminkan kondisi ruang dalam Sampoerna Corner. Semua fasilitas yang ada di dalam Sampoerna corner dapat digunakan oleh mahasiswa, koleksi buku yang ada, sebagian besar adalah buku-buku umum yang dapat dimanfaatkan sebagai penambah pengetahuan selain buku handbook yang ada di perpustakaan pusat.  IMGP2801

Lokasi dan tataruang, serta fasilitas lain dari Sampoerna Corner yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh Civitas Akademika, senyatanya masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Posisinya yang berada di pojok belakang, sulit diketahui oleh mahasiswa kebanyakan, karena tidak ada informasi yang menyatakan keberadaan Sampoerna Corner di pintu masuk perpustakaan pusat. Hanya mahasiswa tertentu yang mengetahui Sampoerna Corner, sebagian besar karena diberitahu teman yang lain. Pun begitu mereka biasanya berkunjung ke Sampoerna Corner untuk memanfaatkan fasilitas internet gratis. Sebagian kecil saja yang berkunjung memang untuk keperluan membaca buku koleksi. Televisi kabel yang sudah berlangganan sejak pertama kali didirikan, ternyata tidak ditayangkan sebagaimana pengalaman selama dua hari berada dilokasi, baik oleh petugas yang sedang berjaga, maupun atas request pengunjung. Bahkan hampir semua pengunjung tidak mengetahui bahwa di Sampoerna Corner tersedia channel TV berbayar. Sampai-sampai diantara pengunjung malah mengusulkan disediakannya layanan TV yang lebih edukatif seperti Discovery Channel atau National Geographic, ya naif memang.

IMGP2823 Antusiasme pengunjung sangat tinggi, meski hanya didasarkan pada keperluan akses internet gratis. Diantara mereka sangat menginginkan ditambahkannya unit PC yang ada sehingga dapat mengakomodasi lebih banyak mahasiswa yang tidak dapat mengakses layanan hotspot dari pusat. Selain penambahan unit PC mereka juga berharap layanan internet di Sampoerna Corner dapat dipercepat, karena selama ini yang terkenal dari internet di samcor adalah internet yang sangat lambat, atau lemot bahasa Malang-nya.

Meski mereka membaca buku hanya karena untuk mengisi waktu menunggu giliran menggunakan internet, tidak sedikit pula diantara mereka yang meminjam buku. Menurut mereka, buku yang disediakan adalah buku yang tidak ada di perpustakaan pusat, sehingga mereka mendapatkan tambahan pengetahuan umum selain dari buku hand book. Karena koleksi buku di Samcor terkesan lebih unik, pengunjung menginginkan agar buku di Samcor dapat dipinjam lebih lama, karena sebagian besar bukunya adalah buku dengan label merah, yakni buku yang hanya dapat dipinjam 3 hari, karena sesuai dengan kebijakan kampus bahwa buku yang berjumlah 1-2 adalah buku merah, ya tentunya tidak dapat dipinjam lama karena keterbatasan jumlah. Untuk memenuhi keinginan pengunjung agar dapat meminjam buku lebih lama, tentunya harus merubah label menjadi putih dengan menambah jumlah buku.  

IMGP2818 Pelayanan petugas di samcor Universitas Brawijaya sesuai dengan kondisi yang selama ini sudah berlangsung. Bila pengunjung kebanyakan adalah antrian internet, petugas tak ubahnya adalah penjaga warnet plus melayani peminjaman buku. Akan berbeda sekali apabila Sampoerna Corner dapat menjadi pusat kecil kegiatan di kampus, adanya event-event tertentu, akan membutuhkan petugas layanan yang lebih atraktif dan proaktif dalam menjamin terkelolannya kegiatan mahasiswa dengan baik. Tentusaja harapan kedepannya seperti itu, karena kondisi sementara, gambaran umum Samporna Corner di Brawijaya adalah warung internet gratis yang lambat. 

Pejabat akademis Universitas Brawijaya pada dasarnya sangat berharap adanya keberlanjutan Sampoerna Corner dengan pengembangan-pengembangan yang lebih baik. Sampoerna Corner Brawijaya juga selalu mengadakan event pengunjung favorit yang didasarkan pada rutinitas berkunjung ke Sampoerna Corner. Pengadaan-pengadaan fasilitas tertentu akan sangat membantu mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan mereka. Selain itu, para pengelola perpustakaan juga berharap adanya regularitas komunikasi antar pengelola sampoerna corner dari perguruan tinggi lain, sehingga dapat saling berdialog bagaimana mengantarkan Sampoerna Corner menjadi corner yang dapat membentuk jiwa-jiwa ideal bagi mahasiswa. Selain para pejabat pengelola, diantara mahasiswa juga berharap agar dibentuk komunitas tertentu misalnya komunitas pengguna sampoerna corner, sehingga mereka dapat saling bertukar fikiran dan mungkin juga saling berkomunikasi dengan komunitas samcor di perguruan tinggi lain, dan tentu saja mereka juga mengharapkan adanya support langsung dari Sampoerna, demi memajukan mahasiswa menjadi agen pengetahuan yang ideal.

Posted by trie on March 2nd, 2009 .
Filed under: Berita | No Comments »

Menonton Film Sambil Makan Bersama di Keboireng

Rofi’i, seorang pemuda yang selalu memperhatikan perkembangan anak-anak muda . Dengan acara nonton bersama ini mas Rofi’i bisa mengumpulkan anak-anak muda untuk lebih akrab, dan lebih saling mengenal antara anak muda satu dengan anak muda satu lainnya. Team YPPI tiba tepat pukul 19:48 WIB dalam cuaca yang sangat mendukung membuat acara lebih seru, lebih fantastik dan lebih ramai. Dibantu anak-anak, persiapan pemutaran film di Keboireng membuat suasana jadi lebih akrab dan penuh kebersamaan, dan kerjasama yang bisa membuat seperti keluarga besar.

Pemutaran film ini dibagi dua versi pertama versi anak-anak yang berjudul CJ7 yang bercerita tentang mahluk aneh dari luar angkasa. Sedangkan untuk dewasa filmnya berjudul Pasukan Sparta yang berjumlah 309 . Film yang berjudul CJ7 ini menceritakan tentang sebuah mahluk yang lucu, kocak dan bisa sihir sehingga membuat anak-anak terbahak-bahak karena melihat tingkat laku mahluk aneh yang begitu lucu langsung mengocak perut. Film untuk dewasa pun tidak kalah serunya. Film yang menceritakan sebuah perang antara pasukan Sparta dengan pasukan Persia ini membuat suasana jadi tegang. Malam yang biasanya sunyi sepi dan hanya terdengar suara-suara kodok, suara cicak dan kicauan burung hantu menjadi ramai penuh dengan canda tawa pemuda Keboireng.

Ternyata tidak hanya anak laki-laki yang sibuk dalam pemutaran film, anak-anak perempuan juga sibuk, sibuk mempersiapkan makanan, suasana di dapur juga ramai dengan canda tawa anak-anak perempuan yang lagi memasak. Waktu makan bersama telah tiba, makan malam dilakukan dengan cara ala Pondok yaitu nasi dengan lauk-pauknya dijadikan satu dalam wadah besar. Mas Dimas salah satu crew YPPI ikut menyantap makanan ala Pondok, dia tidak sungkan-sungkan untuk bergabung dan menyantap masakan yang begitu wauuuuuu, pokoknya membuat hati kita merinding. Berdesak-desakkan tidak membuat anak-anak jadi bertengkar, malah menjadikan sebuah kebersamaan, keakraban, kekeluargaan dan semua sifat itu dimiliki team YPPI.

Waktu menunjukkan pukul 23:30, selesai sudah sebuah pemutaran film dan hanya tertinggal beberapa orang saja, sebuah kata terlontar dari bibir Cak Rofi’i ” Terima kasih atas kedatangan Team YPPI dalam undangan kami dan sekali lagi mohon maaf kalau ada perlakuan kami yang kurang baik”. Dan Begitulah sedikit cerita pemutaran film bersama cak Rofi’i di Keboireng Pasuruan . Sesuatu yang sangat di harapkan oleh cak Rofi’i adalah menjaga silaturohmi anak-anak Remaja di Keboireng.

Posted by trie on March 2nd, 2009 .
Filed under: Berita, Kegiatan | No Comments »